Alasan Tak Begadang Malam : Detoks Otak Terjadi Saat Tidur

Minggu, 15 Desember 2013
Memulihkan kebugaran fisik dapat diperoleh melalui proses tidur yang cukup dan bermutu. Detoksifikasi otak akan terjadi pada saat manusia sedang tidur. Semakin baik kualitas tidur seseorang, maka akan semakin baik tingkat kesegaran yang diperoleh ketika bangun tidur. Berbagai senyawa yang bersifat racun di otak dikeluarkan saat seseorang sedang tidur,  sehingga badan akan terasa lebih segar ketika bangun.
Tidur yang berkualitas
Tidur yang berkualitas
Namun bila tidur ini mengalami gangguan, umpamanya karena susah tidur atau suka begadang, maka akan terjadi akumulasi toksin ( racun ) pada otak karena tidak sempat dibuang lewat proses tidur yang baik. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu penyakit Alzheimer, yakni sejenis pikun.

Dr Maiken Nedergaard mengatakan: "Penelitian ini menunjukkan bahwa otak memiliki status fungsional yang berbeda pada saat tidur dengan saat terbangun," Daily Mail, Sabtu (19/10/2013).
Akan perjadi penyusutan hingga 60% pada sel-sel otak yang disebabkan oleh detoksifikasi pada saat kita tidur. Ini artinya racun-racun itu secara otomatis akan terdorong keluar dari otak dengan lebih efisien dibandingkan dalam kondisi terbangun.
Aktivitas pembersihan otak dari racun-racun kimia hasil metabolisme sampingan diklaim meningkat hingga 10 kali lipat saat seseorang sedang tidur. Bila proses itu terjadi saat bangun, energi yang dibutuhkan bisa membuat orang kehilangan kemampuan untuk berpikir.

Temuan ini sedikit banyak telah menjawab teka-teki untuk apa sebenarnya seseorang butuh tidur. Seorang ilmuwan, Thomas Edison suatu ketika pernah melabeli tidur sebagai 'tindak kriminal' untuk membuang-buang waktu saja saking tidak ada manfaatnya.
(up/vta
Kamis, 19 Oktober 2013 
Pustaka dan sumber:
lakesmil dot com
Penelitian terbaru di University of Rochester

Mohon kalau bisa cantumkan email anda